IHSG dibuka menguat seiring meningkatnya bursa saham Asia

Jakarta (ANTARA News) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat seiring meningkatnya bursa saham Asia.

IHSG BEI dibuka menguat 37 poin atau 0,54 persen menjadi 5.873. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,24 poin atau 1 persen menjadi 934,39.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan rilis data-data ekonomi dan menguatnya rupiah membantu IHSG melanjutkan tren positifnya namun dinilai masih rawan untuk kembali ke zona merah.

“Kenaikan tipis IHSG rawan terjadinya aksi jual seiring sudah lewatnya rilis data-data ekonomi dan sebagian besar data keuangan emiten. Selain itu, diharapkan aksi ambil untung tidak terlalu meningkat agar tidak menghalangi peluang IHSG untuk bergerak kembali positif,” ujar Reza. 

IHSG hari ini diperkirakan dapat bertahan di atas support 5.796-5.821 dan resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.828-5.838.

Meski investor asing masih mempertahankan aksi belinya pada Rabu kemarin, namun IHSG hanya mengalami kenaikan tipis dan bahkan cenderung lebih banyak berada di zona merah. 

Adanya rilis inflasi di awal bulan November tampaknya kurang kuat untuk mempertahankan IHSG di zona hijau lebih lama. Bahkan kenaikan rupiah pun tidak banyak membantu IHSG untuk terbang lebih tinggi lagi. 

Beredarnya komentar terkait wacana akan berubahnya metodologi perhitungan indeks IHSG oleh BEI dari berdasarkan kapitalisasi pasar menjadi “free-float” terlalu ditanggapi panik berlebihan. 

Di sisi lain, adanya sentimen pelonggaran mengenai “loan to value” (LTV) yang diterapkan oleh bank sentral cukup berimbas positif pada sejumlah emiten properti meski tidak banyak berimbas untuk menaikan IHSG lebih tinggi.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 240,84 poin (1,11 persen) ke 21.928,49 , indeks Hang Seng menguat 552,14 poin (2,17 persen) ke 25.968,14, dan indeks Strait Times menguat 30,11 poin (0,98 persen) ke posisi 3.090,96. 
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2018