Emas naik dipicu pelemahan Greenback

Chicago (ANTARA News) – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan harga mendapatkan dukungan karena data non manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) AS yang mengecewakan membantu menekan dolar AS melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 4,10 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi menetap pada 1.289,00 dolar AS per ounce.

Data pada Senin (7/1) menunjukkan bahwa aktivitas di perusahaan-perusahaan AS yang berorientasi di jasa-jasa pada Desember tumbuh pada laju paling lambat sejak pertengahan musim panas. Indeks non manufaktur yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management turun menjadi 57,6 bulan lalu dari 60,7 pada November.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,57 persen menjadi 95,65 pada pukul 18.15 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun tiga sen AS atau 0,19 persen, menjadi menetap di 15,756 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 2,9 dolar AS atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada 824,30 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik ditopang penurunan ekuitas dan dolar AS 

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019